Meskipun BYOD merupakan singkatan dari 'Bring Your Own Device', namun tidak seharusnya diartikan sebagai 'Bring Your Own Danger'. Kebebasan dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh pendekatan ini juga disertai dengan risiko keamanan yang lebih tinggi.
Ketika kebijakan BYOD menjadi norma, risiko keamanan menjadi perhatian yang terus meningkat bagi bisnis. Meskipun BYOD menawarkan fleksibilitas dan kemudahan, kebijakan ini juga membuka pintu bagi potensi ancaman. Perangkat dapat hilang, disusupi, atau digunakan dalam jaringan yang tidak aman. Di sini, autentikasi dua faktor (2FA) hadir sebagai pengaman.

Menurut sebuah laporan, 30% pengguna internet pernah mengalami pelanggaran data akibat kata sandi yang lemah. Otentikasi dua faktor (2FA) melampaui kata sandi tradisional dengan mewajibkan pengguna untuk memverifikasi identitas mereka melalui lapisan perlindungan kedua, seperti kode yang dikirim ke ponsel mereka atau pemindaian sidik jari. Bahkan jika kata sandi jatuh ke tangan yang salah, langkah tambahan ini membuat pengguna yang tidak berwenang jauh lebih sulit mengakses data bisnis yang sensitif.
Bagi bisnis yang menerapkan BYOD, 2FA membantu mengatasi kerentanan yang terkait dengan perangkat pribadi. Ini berfungsi sebagai alat yang sederhana namun efektif untuk meminimalkan risiko pelanggaran data, serangan phishing, dan akses tidak sah, serta memastikan bahwa hanya orang yang tepat yang dapat mengakses sumber daya perusahaan.
Di blog ini, kita akan belajar tentang apa itu otentikasi dua faktor, dan bagaimana 2FA mencegah risiko BYOD.
Memahami Risiko BYOD
Ketika perusahaan mengizinkan karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja, mereka menghadapi sejumlah tantangan keamanan yang dapat membahayakan data dan sistem sensitif. Untuk mengelola risiko ini secara efektif, penerapan kebijakan BYOD yang komprehensif sangatlah penting.
Berikut ini adalah beberapa risiko utama yang terkait dengan BYOD:
1. Pelanggaran Data
Saat karyawan menggunakan perangkat pribadi mereka untuk bekerja, mereka mungkin tidak memiliki tingkat keamanan yang sama dengan perangkat yang dikelola perusahaan. Hal ini membuat data sensitif lebih mudah terekspos atau diakses oleh pihak yang tidak berwenang, yang berpotensi menimbulkan pelanggaran data.
2. Akses Tidak Sah
Perangkat pribadi sering kali tidak diawasi seketat peralatan perusahaan. Karyawan mungkin berbagi perangkat dengan keluarga atau teman, atau meninggalkannya tanpa pengawasan, sehingga meningkatkan kemungkinan orang yang tidak berwenang mendapatkan akses ke data perusahaan.
3. Serangan Phishing
Di luar lingkungan kerja yang aman, karyawan yang menggunakan perangkat mereka sendiri mungkin lebih rentan terhadap serangan phishing. Klik sederhana pada tautan berbahaya atau email palsu dapat memberi peretas akses ke informasi bisnis yang sensitif.
4. Kata Sandi Lemah
Karyawan mungkin menggunakan kata sandi yang lemah atau mudah ditebak pada perangkat pribadi mereka, yang dapat menyebabkan akses tidak sah. Tanpa kebijakan kata sandi yang kuat, keamanan data perusahaan akan melemah secara signifikan.
5. Kehilangan atau Pencurian Perangkat
Perangkat pribadi lebih mungkin hilang atau dicuri, terutama karena dibawa ke luar tempat kerja. Jika data bisnis disimpan di perangkat ini, data tersebut dapat dengan mudah jatuh ke tangan yang salah, sehingga membahayakan perusahaan.
6. Kurangnya Kontrol Atas Pembaruan Keamanan
Tidak seperti perangkat yang dikeluarkan perusahaan, perangkat pribadi mungkin tidak menerima pembaruan keamanan secara berkala. Tanpa perlindungan terbaru, perangkat ini lebih rentan terhadap malware dan kerentanan keamanan lainnya.
Apa itu Autentikasi Dua Faktor (2FA)?
Autentikasi dua faktor (2FA) menambahkan lapisan keamanan ekstra untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses akun atau sistem. Pengguna diharuskan memberikan dua bentuk identifikasi sebelum akses diberikan. Biasanya, faktor pertama adalah sesuatu yang diketahui/dimiliki pengguna, seperti kata sandi atau biometrik, dan faktor kedua adalah sesuatu yang diterima pengguna, seperti kode yang dikirim ke ponsel mereka atau tautan verifikasi.
Langkah tambahan ini secara signifikan mempersulit para peretas atau individu tak berwenang untuk mendapatkan akses, bahkan jika mereka memiliki kata sandinya. 2FA makin banyak diadopsi oleh para pebisnis sebagai metode efektif untuk melindungi informasi sensitif agar tidak disusupi.
Sebagai contoh, pertimbangkan penarikan uang dari ATM: Anda memerlukan kartu dan PIN untuk menyelesaikan transaksi. Persyaratan ganda ini memberikan keamanan yang lebih baik daripada hanya mengandalkan satu faktor saja. Demikian pula, 2FA menggabungkan dua bentuk verifikasi yang berbeda, sehingga jauh lebih sulit bagi pengguna yang tidak berwenang untuk membobol akun.
Baca juga: Apa itu IAM?
Bagaimana 2FA Meningkatkan Keamanan BYOD
Autentikasi dua faktor (2FA) merupakan alat penting untuk memperkaya keamanan dalam lingkungan BYOD dengan menambahkan lapisan perlindungan ekstra untuk mencegah akses yang tidak sah. Berikut ini adalah cara utama 2FA memperkuat keamanan BYOD:
1. Mencegah Akses Tidak Sah
Autentikasi dua faktor (2FA) memainkan peran penting dalam mencegah akses tidak sah di lingkungan BYOD dengan menambahkan lapisan keamanan tambahan. Perangkat pribadi yang digunakan dalam pengaturan BYOD seringkali kurang memiliki keamanan tingkat perusahaan, sehingga lebih rentan terhadap serangan. Dengan 2FA, pengguna harus memberikan kata sandi dan bentuk verifikasi kedua, seperti kode satu kali yang dihasilkan oleh aplikasi autentikasi atau melalui verifikasi OTP SMSDikirim langsung ke ponsel pribadi mereka. Hal ini memastikan bahwa meskipun seseorang mendapatkan akses ke kata sandi karyawan, mereka tetap tidak dapat mengakses data perusahaan yang sensitif tanpa langkah otentikasi kedua, sehingga secara efektif mengurangi risiko akses tanpa izin. Beberapa organisasi juga meningkatkan jaminan identitas dengan menggunakan penyaringan sanksi secara real-time untuk memastikan hanya pengguna yang tepercaya dan patuh yang dapat mengakses sistem yang sensitif.
2. Mengurangi Risiko Phishing
Serangan phishing merupakan ancaman yang signifikan dalam lingkungan BYOD, di mana perangkat pribadi sering digunakan untuk mengakses sistem perusahaan tanpa kontrol keamanan yang sama dengan peralatan yang dikeluarkan perusahaan. Menurut Laporan Keamanan BYOD Seluler 2023 dari SlashNext, 71% karyawan menyimpan informasi pekerjaan yang sensitif di perangkat pribadi mereka, dan serangan phishing telah menargetkan 43%.[2] Sementara perangkat perusahaan biasanya dilindungi oleh firewall dan perangkat lunak keamanan canggih, perangkat pribadi mungkin tidak memiliki pertahanan ini, sehingga lebih rentan terhadap ancaman phishing.
Autentikasi dua faktor (2FA) merupakan perlindungan penting dalam skenario ini, karena menyediakan lapisan keamanan tambahan. Bahkan jika seorang karyawan menjadi korban serangan phishing dan kata sandinya dibobol, 2FA memerlukan langkah verifikasi kedua, seperti kode sementara yang dikirim ke ponsel mereka atau pemindaian biometrik. Hal ini mencegah penyerang memperoleh akses ke data perusahaan yang sensitif, sehingga secara signifikan mengurangi risiko pelanggaran terkait phishing dalam lingkungan BYOD.
3. Mengurangi Risiko Kehilangan atau Pencurian Perangkat
Perangkat pribadi yang digunakan untuk bekerja lebih mungkin hilang atau dicuri dibandingkan dengan perangkat yang dikelola perusahaan. Dengan 2FA, risiko yang terkait dengan kehilangan atau pencurian perangkat dapat diminimalkan. Bahkan jika perangkat jatuh ke tangan yang salah, faktor autentikasi kedua tetap diperlukan untuk mengakses informasi bisnis yang sensitif, menjaga data tetap aman meskipun terjadi pelanggaran keamanan fisik.
4. Memperkuat Perlindungan untuk Kata Sandi yang Lemah
Karyawan yang menggunakan perangkat pribadi mungkin tidak selalu mematuhi praktik kata sandi yang kuat. 2FA menyediakan lapisan keamanan tambahan, yang mengimbangi kata sandi yang lemah dengan mengharuskan bentuk autentikasi kedua. Hal ini memastikan bahwa akses ke sistem perusahaan masih dikontrol dengan ketat, meskipun kata sandi tidak sekuat yang seharusnya.
5. Meningkatkan Keamanan untuk Akses Jarak Jauh
BYOD sering kali melibatkan akses sumber daya perusahaan dari jarak jauh, yang dapat mengekspos perangkat ke jaringan dan lingkungan yang tidak aman. 2FA meningkatkan keamanan untuk Remote Access dengan mengharuskan pengguna untuk menyelesaikan langkah autentikasi kedua sebelum masuk. Hal ini membantu melindungi informasi sensitif terhadap potensi ancaman dari jaringan yang tidak aman dan memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang dapat mengakses sistem bisnis penting.
Perkuat Keamanan BYOD dengan Autentikasi Multi-Faktor Scalefusion OneIdP
Mengamankan perangkat pribadi dalam lingkungan BYOD memerlukan pertahanan yang kuat terhadap akses yang tidak sah. Scalefusion Autentikasi Multi-Faktor (MFA) menyediakan pertahanan itu dengan menambahkan lapisan perlindungan ekstra untuk akun pengguna, aplikasi, data perusahaan, dan perangkat.
MFA Scalefusion OneIdP bekerja dengan mewajibkan dua bentuk verifikasi sebelum memberikan akses. Ini biasanya berarti menggabungkan sesuatu yang Anda ketahui, seperti kata sandi, dengan sesuatu yang Anda miliki, seperti ponsel pintar atau token keamanan. Dengan menggunakan MFA, Anda mengurangi risiko akses tidak sah secara signifikan dan memastikan bahwa hanya pengguna terverifikasi yang dapat mengakses informasi sensitif Anda.
Proses login disederhanakan demi keamanan tambahan. Setelah pengguna memasukkan ID login dan kata sandi, mereka harus menyelesaikan langkah kedua menggunakan One-Time Password (OTP). Ini memastikan bahwa akses hanya diberikan kepada orang yang berwenang, melindungi akses perangkat dan izin aplikasi.
Menerapkan Solusi MFA adalah tentang membangun budaya keamanan dalam organisasi Anda. Seiring berkembangnya ancaman keamanan, langkah-langkah keamanan Anda pun harus berkembang. Scalefusion OneIdP menawarkan kapabilitas MFA yang tangguh untuk membantu Anda mengelola dan mengamankan perangkat dan titik akhir secara efektif.
Temukan tingkat keamanan yang lebih tinggi dengan Scalefusion SatuIdPUntuk mengetahui lebih lanjut, hubungi ahli kami dan pesan demo hari ini!
Referensi:
2. PR Newswire

