Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis telah menghadapi sejumlah tren baru yang merevolusi cara kerja perusahaan. BYOD (Bawa Perangkat Anda Sendiri) yang pernah menjadi tren kini menjadi hal yang lumrah dalam waktu singkat. Beberapa bisnis telah mengadopsi BYOD, memungkinkan karyawannya menggunakan ponsel cerdas, tablet, dan laptop untuk bekerja. BYOD dapat menjadi pilihan bagus bagi usaha kecil dan menengah (UKM) karena membantu menghemat biaya peralatan di muka dan meningkatkan kepuasan karyawan saat orang menggunakan perangkat mereka sendiri.

Kebijakan BYOD bervariasi tergantung pada industri, ukuran, dan kebutuhan bisnis Anda. Variasi BYOD antara lain BYOT (bawa teknologi Anda sendiri), BYOC (bawa komputer Anda sendiri), BYOP (bawa ponsel Anda sendiri), dan BYOL (tebakan Anda benar, bawa laptop Anda sendiri). Sebagai UKM, jika Anda belum memiliki kebijakan BYOD, sekarang adalah saat yang tepat untuk memulai.
Karyawan umumnya mengabaikan antivirus, firewall, serta pembaruan OS dan aplikasi. Oleh karena itu, kebijakan BYOD penting karena beberapa alasan. Selain itu, saat karyawan keluar dari organisasi Anda, perangkat mereka masih menyimpan data dan sandi perusahaan. Kebijakan BYOD membantu mengonfigurasi pengaturan keamanan ekstensif dan menerapkannya pada perangkat karyawan Anda tanpa mengganggu privasi atau kegunaan perangkat.
Kebijakan BYOD untuk Usaha Kecil: 5 pertimbangan
Kebijakan BYOD adalah seperangkat aturan yang mengatur data dan sumber daya perusahaan di perangkat karyawan dengan cara tertentu. Manajemen BYOD berkemampuan MDM menyederhanakan upaya yang dilakukan UKM untuk menyediakan perangkat karyawan secara manual dan memantau kepatuhannya.
Berikut lima hal yang harus dipertimbangkan oleh UKM ketika mengadopsi lingkungan kerja BYOD.
1. Menjamin Privasi Karyawan
UKM bukanlah organisasi dengan tenaga kerja yang besar. Oleh karena itu, kepuasan karyawan sangatlah penting. Meskipun perangkat yang ditawarkan lingkungan kerja BYOD memiliki fleksibilitas dan keakraban, Anda mungkin mengalami penolakan terhadap manajemen BYOD dari karyawan. Alasan utama dibalik hal ini adalah terancamnya privasi karyawan. Untuk menjaga keamanan data perusahaan di perangkat karyawan, terkadang admin IT perusahaan menerapkan pengaturan dan pembatasan yang ekstensif.
Karyawan akan ragu-ragu untuk mengizinkan perusahaan mengambil kendali atas perangkat mereka. Dan memang demikian. Tidak ada yang ingin admin TI mengintip galeri foto atau postingan media sosial mereka atau bahkan perilaku browsing.
Kebijakan BYOD untuk UKM harus memastikan bahwa meskipun data perusahaan tetap aman, pengalaman pengguna karyawan tidak terlalu banyak dirusak. Fitur seperti containerisasi memainkan peran penting memisahkan data pribadi karyawan dari data perusahaan. Menggunakan containerisasi memungkinkan Anda menerapkan kebijakan keamanan yang tak terhitung jumlahnya pada container kerja karyawan Anda, tanpa mengubah kegunaan perangkat lainnya. Hal ini juga menurunkan resistensi BYOD di kalangan karyawan.
2. Perlindungan Data Perusahaan
Pelanggaran data adalah bencana finansial bahkan bagi organisasi paling makmur sekalipun, namun bagi UKM, pelanggaran semacam itu bisa menjadi bencana besar dan mematikan. Singkatnya, sebuah laporan menunjukkan hal tersebut 66% UKM akan ditutup dalam waktu enam bulan jika terjadi pelanggaran data. Salah satu tujuan utama kebijakan BYOD adalah keamanan data perusahaan. Kebijakan BYOD Anda harus memastikan bahwa pekerja BYOD Anda bukan penyebab pelanggaran data perusahaan—baik disengaja maupun tidak disengaja.
Karyawan lebih rentan menghadapi ancaman keamanan eksternal saat menggunakan perangkat pribadinya. Misalnya, karyawan dapat berbagi perangkat mereka dengan teman atau mengakses jaringan Wi-Fi publik dari kedai kopi di lingkungan sekitar. Dalam kasus seperti itu, hilangnya perhatian sesaat pada akhirnya dapat mengakibatkan UKM mengajukan kebangkrutan.
Merancang strategi BYOD dengan fitur keamanan yang kuat seperti kebijakan kode sandi dan enkripsi data dan pencadangan dapat membantu mencegah pelanggaran data. UKM juga dapat membatasi penyalinan data antara aplikasi pribadi dan kerja.
3. Mengamankan Data pada Perangkat yang Hilang, Dicuri, atau Dipensiunkan
Perangkat seluler adalah salah satu alasan utama mengapa bisnis mengalami kesuksesan dalam mobilitas perusahaan. Perangkat seluler menawarkan fleksibilitas tinggi dan membantu bisnis beroperasi dengan tenaga kerja yang terdistribusi. UKM juga sudah mulai merangkul mobilitas perusahaan dalam beberapa cara atau yang lain. Namun, UKM perlu mewaspadai perangkat karyawan yang berada di bawah lingkup BYOD. Penting untuk mengelola risiko yang timbul akibat perangkat yang hilang, dicuri, atau tidak digunakan lagi.
Karyawan yang kehilangan perangkat pribadi mereka yang berisi data bisnis dapat menjadi mimpi buruk bagi tim TI UKM. Hal bijak yang harus dilakukan saat menerapkan lingkungan kerja BYOD adalah memanfaatkan Solusi MDM untuk UKMAlat MDM memungkinkan Anda untuk langsung menghapus data perusahaan yang bersifat rahasia yang tersimpan di kontainer kerja perangkat karyawan. Ini mencegah kehilangan atau penyalahgunaan data perusahaan bahkan ketika perangkat karyawan jatuh ke tangan yang salah. Fitur penghapusan data juga bermanfaat bagi UKM ketika karyawan BYOD pensiun, mengambil cuti panjang, atau meninggalkan organisasi.
4. Menetapkan Hak Istimewa Akses
Ketika lingkungan kerja jarak jauh dan BYOD diadopsi secara luas, UKM perlu bergerak menuju hal tersebut pendekatan tanpa kepercayaan. Pendekatan zero-trust memungkinkan Anda memperkuat keamanan perusahaan Anda dengan meminta setiap orang, baik mereka anggota organisasi Anda atau bukan, untuk mengautentikasi diri mereka sendiri sebelum mengakses jaringan bisnis Anda. Demikian pula, otentikasi multi-faktor atau kebijakan akses bersyarat memainkan peran penting dalam memastikan bahwa akses hanya diberikan kepada personel yang berwenang.
5. Keamanan Jaringan
Mengamanatkan VPN pada perangkat karyawan membantu UKM memastikan bahwa karyawan memiliki koneksi jarak jauh yang aman ke jaringan perusahaan mereka. Karyawan yang bekerja dari jarak jauh merupakan sasaran empuk bagi para peretas. Ingat kedai kopi di lingkungan sekitar yang kami sebutkan sebelumnya? Seorang pelaku kejahatan yang mengoceh dapat melancarkan serangan yang membawa malapetaka pada perangkat karyawan yang terhubung ke jaringan yang tidak aman. Menjelajahi situs web berbahaya juga dapat menyebabkan malapetaka dalam sekejap mata. Di sinilah VPN menambahkan bantalan atau lapisan keamanan yang sangat dibutuhkan untuk data perusahaan UKM. Menggunakan memutar proxy perumahan dan menerapkan perlindungan terhadap sidik jari TLS dapat lebih meningkatkan langkah-langkah keamanan untuk UKM dengan terus-menerus mengubah alamat IP yang digunakan untuk penelusuran, sehingga mempersulit pelaku kejahatan untuk melacak dan menargetkan perangkat karyawan.
Garis Penutup
Meskipun terdapat tantangan, lingkungan kerja BYOD tidak akan hilang dalam waktu dekat. Cara paling efektif bagi UKM untuk mengatasi tantangan keamanan dan memastikan kebijakan BYOD yang disederhanakan adalah dengan menggunakan solusi MDM. Manajemen perangkat seluler BYOD memainkan peran penting dalam mengelola dan mengamankan perangkat pribadi yang mengakses data perusahaan. Scalefusion MDM menawarkan kemampuan canggih yang membantu UKM menjalankan kebijakan BYOD dengan mudah dan juga memberi karyawan kebebasan penggunaan perangkat tertentu yang mereka dambakan.


